2 Agustus 2019, Kesehatan merupakan bagian dari kebutuhan manusia yang sangat mendasar dan disamping itu setiap individu berhak untuk mendapatkan pelayanan dan informasi kesehatan, sehingga dapat memberdayakan dirinya untuk mencapai derajad kesehatan yang seoptimal mungkin. Pembangunan kesehatan bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan mempunyai peeran penting dalam meningkatkan mutu dan produktivitas dan sumber daya manusia Indonesia.

Salah satu upaya kesehatan yang penting untuk mencapai tujuan tersebut adalah upaya kesehatan olah raga. Upaya kesehatan olah raga adalah salah satu upaya kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran jasmani melalui peningkatan aktivitas fisik, latihan fisik dan olah raga.


Gaya hidup kurang gerak (sedentary life style) dikalangan msyarakat saat ini menjadi salah satu faktir resiko yang dapat menyebabkan gangguan metabolism dan mencetuskan terjadinya penyakit tidak menular (PTM) yang sudah menjadi penyakit pembunuh pertama didunia. Gerakan move for Health yang dicanangkan oleh Word Health Organisation (WHO) seak tahun 2002 sampai sekarang menghimbau kepada Negara anggotanya unntuk memperingatinya tiap tahun dan memfasilitasi masyarakatnya agar meningkatkan aktivitas fisik dan olah raga dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari PTM.

 


Karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan merupakan salah satu dari masyarakat yang sangatrentan terhadap penyakit. Proses bekerja yang majemuk, stresor yang tinggi serta gaya hidup yang kurang gerak dapat membuat karyawan di Dinas Kesehatan menjadi potesial terhadap penyakit. Oleh karena itu sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap penyakit. Melalui seksi Kesehatan Lingkungan dan Bidang Pelayanan Kesehatan & Penunjang mengadakan tes pengukuran kebugaran jasmani jantung paru. Kegiatan ini dilakukan di alun alun purwodadi mulai pukul 06.30 WIB – selesai. dr. Djamiko selaku Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dan Penunjang menuturkan Pelaksanaan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani dilakukan melalui test rockport yaitu pengukuran kebugaran dengan test kebugaran setelah peserta berjalan sejauh 1.600 Meter, pengukuran dengan membandingkan antara umur dan kecepatan/waktu tempuh. Dan jika karyawan risti atau lansia menggunakan jalan 6 menit, pengukuran membandingkan jarak tempuh dengan umur. Sebelum pelaksanaan kegiatan, lembar kelayakan peserta pegukuran kebugaran Jasmani Jantung - Paru (PAR-Q) dibagikan kepeserta dan dikembalikan ke panitia paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan. Kemudian dilakukan identifikasi peserta yang memiliki resiko tinggi. Tidak hanya itu sebelum melaksanakan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani jantung-paru peserta dilakukan screning kesehatan, screning kesehatan berupa pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tanda-tanda vital (TTV) kemudian screning ini diguna untuk menentukan tes kebugaran yang akan digunakan, imbuhnya.


Dokter umum, instruktur dan pembantu lapangan yang bertugas sebagai pelaksana kegiatan pengukuran kebugaran jasmani Jantung-Paru berasal dari lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan yangsudah ahli dibidangnya. Sebelum peserta melaksanakan kegiatan pengukuran kebugaran jasmani jantung paru, peserta diajak melakukan pemanasan ringan guna melemaskan otot sehingga tidak terjadi masala otot selama proses pengukuran kebugaran jasmani. Kemudian setelah selesai pemanasan peserta di minta melakukan tes sesuai dengan hasil screningnya dapat berupa rockport tes maupun 7 menit jalan cepat. Setelah selesai tes, peserta dicatat waktu tempuhnya dan dari waktu tempuhnya inilah ditentukan hasil VO2 Max oleh panitia. Kemudian berdasarkan hasil VO2 Max dan usia dapat diketahui kategori tingkat kebugaran jasmani peserta, setelah mengetahui kategori tingkatkebugarannya peserta diberikan pengarahan terkait olahraga yang bisa dilakukan oleh peserta.


Jati Yuswaningsih, S. Kep., Ns., M. Kes., selaku kasi kesehatan lingkungan dinas kesehatan kabupaten Grobogan menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan harapan karyawan di Dinas Kesehatan ini dapat diketahui progres maupun penurunan dari kebugaran jasmaninya, sehingga karyawan dilingkungan dinas kesehatan mampu menentukan olahraga yang tepat bagi dirinya. Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan pada semua OPD dilingkungan Kabupaten Grobogan, namun karena masih minimnya anggran dikami jadi belum dapat kami lakukan untuk semua OPD di Kabupaten Grobogan, kami hanya bisa melayani jika ada OPD yang memerlukan tes tersebut bagi karyawannya. Imbuhnya. (Daru Puji Hidayat)