Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi permasalahan di Indonesia dan perlu mendapat perhatian lebih. Berdasarkan Perpres No. 72 Tahun 2021 bahwa dalam percepatan pencegahan masalah stunting dilakukan sejak usia remaja, dengan fokus utama remaja putri yang mengalami masalah gizi seperti anemia defisiensi (kekurangan) zat besi yang beresiko melahirkan anak yang stunting. Di Indonesia ada sebanyak 32% remaja usia 15-24 tahun yang mengalami anemia. (Kemenkes, 2024).
Gerakan cegah stunting sebagai bentuk implementasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan upaya pencegahan dan penurunan stunting. Salah satu faktor penyebab anak stunting yaitu anemia pada remaja dapat dicegah dengan rutin mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).
Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026 Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan melaksanakan Gerakan Cegah Stunting di Sendang Goa Sinawah Desa Kronggen Kecamatan Brati. Tujuan gerakan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran sejak dini kepada masyarakat khususnya remaja sekolah mengenai pentingnya melaksanakan perilaku hidup sehat dan minum tablet tambah darah sebagai upaya mencegah anemia.
Gerakan Cegah Stunting tersebut diisi dengan senam pagi, makan bersama dengan menu gizi seimbang, konsumsi tablet tambah darah secara serentak untuk remaja putri, pemberian materi tentang GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) dan upaya pencegahan stunting. Gerakan diakhiri dengan pernyataan komitmen bersama seluruh peserta yang hadir untuk berkontribusi terhadap pencegahan stunting.

