Rencana Kerja

  • PDF

Rencana Program, Kegiatan, dan Indikator Kinerja Tahun 2011

 

1)  Program obat dan perbekalan kesehatan

Indikator Kinerja (Ouput) :

  1. 100% tersedianya obat dan perbekalan
  2. 100% puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Polkedes memperoleh obat dan perbekalan yang memadai
  3. 80% harga obat dan perbekalan terjangkau oleh penduduk miskin


Kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
  2. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan
  3. Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk penduduk miskin
  4. Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

 

2)  Program upaya kesehatan masyarakat

Indikator kinerja (Output) adalah sebagai berikut:

  1. 80% penduduk miskin memeriksakan kesehatan di Puskesmas jaringannya
  2. 80% sarana dan prasrana Puskesmas jaringannya tersedia memadai
  3. 80% revitalisasi sistem kesehatan
  4. Meningkatnya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan
  5. 100% obat generik essensial, peralatan dan perbekalan kesehatan tersedia memadai
  6. 80% kesehatan masyarakat meningkat
  7. 100% pengungsi koban bencana terlayani kesehatan
  8. Pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan meningkat.
  9. 100% Tersedia biaya operasional dan pemeliharaan
  10. 100% terselenggara penyehatan lingkungan.


Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas jaringannya
  2. Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan
  3. revitalisasi sistem kesehatan
  4. Pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan
  5. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial
  6. Peningkatan kesehatan masyarakat
  7. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi pengungsi korban bencana
  8. peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan
  9. penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
  10. Penyelenggaraan penyehatan lingkungan

 

3)  Program pengawasan obat dan makanan

Indikator kinerja (Output ) adalah sebagai berikut:

  1. 80% konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan diberdayakan
  2. 100% pangan dan bahan berbahaya diawasi


Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan pemberdayaan konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan
  2. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya
  3. Peningkatan penyidikan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan

 

4)  Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

Indikator kinerja (Out put) adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya promosi untuk sadar hidup sehat
  2. Meningkatnya pelaksanaan penyuluhan masyarakat tentang pola hidup sehat
  3. Meningkatnya kualitas tenaga penyuluh kesehatan

Kegiatan Indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat
  2. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat
  3. Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan

 

5)  Program perbaikan gizi masyarakat

Indikator Kinerja (Out put)

  1. Meningkatnya cakupan pemberian vitamin A pada balita 100 %
  2. Meningkatnya cakupan keluarga mengkonsumsi garam beryodium 80 %
  3. Meningkatnya cakupan bayi, anak bawah lima tahun, ibu hamil (bumil) dan ibu nifas (bufas) yang mendapat suplemen zat gizi mikro 80%
  4. Meningkatnya cakupan balita yang ditimbang secara teratur di posyandu 80%
  5. Meningkatnya cakupan balita gizi buruk keluyarga miskin (gakin) yang ditangani sesuai standar 100 %
  6. Meningkatnya cakupan ibu menyusui air susu ibu (ASI) eksklusif 65 %
  7. Meningkatnya balita gakin 6-24 bulan mendapat makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) 80 %
  8. Meningkatnya surveilans gizi termasuk sistim kewaspadaan dini kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk 100 % setiap puskesmas

Kegiatan indikatif

  1. Pemberian tambahan makanan dan vitamin
  2. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang VItamin-A dan Kekurangan Zat Gizi Mikro lainnya
  3. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi

 

6)  Program pengembangan lingkungan sehat

Indikator Kinerja (Out put) adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya cakupan Keluarga yang menggunakan Jamban >80%
  2. Meningkatnya keluarga yang menggunakan air bersih >85%
  3. Meningkatnya persentase Tempat-Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TTUPM) yang dibina.
  4. Meningkatnya persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) Institusi yang dibina

Kegiatan Indikatif

  1. Pengkajian pengembangan Lingkungan sehat
  2. Penyuluhan menciptakan Lingkungan sehat
  3. Sosialisasi kebijakan Lingkungan sehat


7)  Program pencegahan dan penanggulangan penyakir menular

Indikator out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya pelaksanaan fogging sarang nyamuk di wilayah endemis DBD (100%)
  2. Meningkatnya cakupan kelurahan/desa dengan UCI 100%
  3. Meningkatnya penemuan kasus baru pada TB Paru 90%
  4. Meningkatnya kesembuhan TB Paru 100%
  5. Meningkatnya puskesmas yang melaksanakan survailance penyakit menular dan wabah 100%
  6. Meningkatnya puskesmas yang melaksanakan survailance PTM 100%

Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Penyemprotan/fogging sarang nyamuk
  2. Pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging
  3. Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah
  4. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
  5. Pencegahan penularan penyakit Endemik/Epidemik
  6. Peningkatan Imunisasi
  7. Peningkatan Survelllance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah

 

8)  Program standarisasi pelayanan kesehatan

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya standar pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas (100%)
  2. Meningkatnya Sistem Informasi Manajemen kesehatan

Kegiatan Indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Penyusunan standar pelayanan kesehatan
  2. Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan
  3. Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan
  4. Penyusunan naskah akademis standar pelayanan kesehatan
  5. Penyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan


9)  Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / puskesmas pembantu dan jaringannya.

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana penyelenggara pelayanan kesehatan dasar (puskesmas, puskesmas pembantu, dan puskesmas keliling)
  2. Meningkatnya jumlah puskesmas rawat inap dan puskesmas.

Kegiatan indikasi adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan puskesmas
  2. Pembangunan puskesmas pembantu
  3. Pengadaan puskesmas keliling
  4. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas
  5. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas pembantu
  6. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas keliling
  7. Peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap
  8. Peningkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas
  9. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas
  10. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas pembantu
  11. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas keliling

 

10) Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya jumlah tenaga perawat yang melayani perawatan bagi lansia
  2. Meningkatnya kapasitas tenaga perawat lansia
  3. Meningkatnya jumlah posyandu lansia

Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut

  1. Rekrutmen tenaga perawat kesehatan untuk lansia
  2. Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan untuk lansia
  3. Pembangunan pusat-pusat pelayanan kesehatan untuk lansia
  4. Pelayanan kesehatan untuk lansia






About Me

Dasar Pembentukan Organiasasi :
Perda No. 9 Tahun 2008 tentang Susduk dan Tugas  Pokok Lemtekda dan BPPT Kab Grobogan.
Perbup No. 28 Tahun 2008 tentang Tupoksi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan

Contact Information

Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan
Alamat : Jl. Gajah Mada No.19 Purwodadi Grobogan, Kode pos : 58111
Telepon : 0292- 421049 / 424852
Email : dinkes@grobogan.go.id