CAPAIAN SPM KESEHATAN 2011

  • PDF

dinkes Standar Pelayanan Minimal (SPM) adalah tolok ukur untuk mengukur kinerja daerah dalam penyelenggaraan kewenangan wajib. SPM bidang kesehatan ini diarahkan untuk pelayanan dasar yang terkait dengan kebutuhan pokok masyarakat. Dengan disusunnya SPM bidang kesehatan ini, akses masyarakat terhadap pelayanan dasar yang harus disediakan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka penyelenggaraan kewenangan wajibnya dapat dijamin.

Last Updated on Wednesday, 22 May 2013 05:33

Program dan Kegiatan TA.2009

  • PDF

Program Obat dan Perbekalan Kesehatan

  1. Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan (Puskesmas) dengan sasaran kegiatan  tercukupinya kebutuhan obat dan bahan laborat dan Target  kegiatan  meningkatnya mutu obat dan bahan laborat.
  2. Pengadaan Obat Operasional Puskesmas dengan sasaran kegiatan  tercukupinya obat untuk operasional puskesmas dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan Target  kegiatan  meningkatnya mutu pengelolaan obat di puskesmas.


Program Upaya Kesehatan Masyarakat

  1. Terlaksananya Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan sasaran kegiatan  tersediainya jasa untuk pelayanan rawat jalan gratis dan Target  kegiatan  tercukupinya anggaran untuk pelayanan rawat jalan gratis untuk meningkatkan derajat kesehatan di masyarakat.
  2. Pembangunan/rehab puskesmas/pustu dan Rumdin dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembangunan sarana pelayanan kesehatan di puskesmas dan pustu serta rumah dinas dan Target  kegiatan  meningkatnya kenyamanan pelayanan di puskesmas dan pustu serta rumah dinas.
  3. Peningkatan jaringan pelayanan kesehatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) dengan sasaran kegiatan  tersediainya jasa untuk pelayanan rawat jalan gratis dan Target  kegiatan  tercukupinya anggaran untuk pelayanan rawat jalan gratis untuk meningkatkan derajat kesehatan di masyarakatrujukan dengan sasaran kegiatan  terbentuknya SOP pelayanan kesehatan di puskesmas rawat inap dan RS  dan Target  kegiatan  meningkatnya pelayanan kesehatan di puskesmas rawat inap dan RS sesuai standart.
  4. Pengembangan laboratorium puskesmas dengan sasaran kegiatan  tersedianya reagent dan alat laboratorium dan Target  kegiatan  Meningkatnya mutu pelayanan laboratorium di puskesmas.
  5. Peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat dengan sasaran kegiatan  termonitornya pelayanan kesehatan di Puskesmas, Balai Pengobatan, rumah bersalin dan Target  kegiatan  meningkatnya pelayanan kesehatan di Puskesmas, Balai Pengobatan, Rumah Bersalin.
  6. Peningkatan fungsi polindes menjadi PKD dengan sasaran kegiatan  terlaksananya stimulan pengembangan PKD dan pelatihan bagi nakes pengelola PKD dan Target  kegiatan  meningkatnya fungsi polindes menjadi PKD.
  7. Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan dengan sasaran kegiatan  tersedianya DAK bidang kesehatan dan Target  kegiatan  terlaksananya pembangunan puskesmas/pustu, pembelian alat kesehatan dan mobil pusling.
  8. Revitalisasi puskesmas menuju ISO 9000 – 2001 dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pelatihan ISO 900 – 2001 bagi puskesmas dan Target  kegiatan  meningkatnya pelayanan kesehatan di puskesmas.
  9. Pendampingan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Kesehatan dengan sasaran kegiatan  terlaksanya pembangunan sarana pelayanan kesehatan di puskesmas/pustu dan Target  kegiatan  meningkatnya kenyamanan dalam pelayanan di puskesmas / pustu.
  10. Peningkatan Kwalitas Pelayanan Jamkesmas dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin  dan Target  kegiatan  meningkatnya kwalitas pelayanan program jamkesmas kepada masyarakat.
  11. Penanggulangan GAKY dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pemantauan garam, pemeriksaan gondok dan darah neonatus dan Target  kegiatan  tertanganinya kasus GAKY.
  12. Revitalisasi Gerakan ASI Ekslusif dengan sasaran kegiatan  meningkatnya status kesehatan bayi dan Target  kegiatan  menurunnya kasus gizi buruk pada bayi.


Program Pengawasan Obat dan Makanan

  1. Pembinaan dan Pengawasan Peredaran Obat Komunitas dan Klinik dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembinaan dan pengawasan obat komunitas dan klinik serta Target  kegiatan  meningkatnya mutu pelayanan kefarmasian di Apotek, IFRS, BP/RB.
  2. Pembinaan dan Pengawasan Obat Tradisional dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembinaan dan pengawasan peredaran obat tradisional dimasyarakat serta Target  kegiatan  meningkatnya mutu pelayanan penyedia dan toko penjual obat tradisional.
  3. Pembinaan dan Pengawasan Kosmetika dan alkes dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembinaan dan pengawasan peredaran kosmetika dan alkes dimasyarakat serta Target  kegiatan  meningkatnya mutu pelayanan penyedia Kosalkes dan toko penjual alat kesehatan.
  4. Pembinaan dan Pengawasan Makanan dan Minuman dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembinaan dan pengawasan  makanan dan minuman serta Target  kegiatan  meningkatnya mutu pelayanan toko penjual makanan dan minuman serta toko penjual paket lebaran dan paket natal.


Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat

  1. Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Mayarakat dengan sasaran kegiatan  tersedianya media promosi kesehatan untuk publik , terbinanya lomba desa PHBS dan Target  kegiatan  tersampaikannya informasi kesehatan dan meningkatnya tingkat perilaku hidup bersih sehat di masyarakat.
  2. Pengembangan Desa Siaga dengan sasaran kegiatan  tersedianya indikator kegiatan pengembangan desa siaga dan Target  kegiatan  meningkatnya pemberdayaan masyarakat desa.
  3. Pembinaan Posyandu dengan sasaran kegiatan  tersedianya sarana dan prasarana posyandu dan Target  kegiatan  meningkatnya peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan melalui posyandu.
  4. Sosialisasi Dampak Rokok Terhadap Derajat Kesehatan dengan sasaran kegiatan  tersedianya media informasi tentang dampak rokok terhadap derajat kesehatan masyarakat dan Target  kegiatan  tersampaikannya informasi tentang dampak rokok terhadap derajat kesehatan masyarakat.
  5. Lomba Cerdas Cermat dan Penjaringan Anak Sekolah Akibat Asap Rokok dengan sasaran kegiatan  meningkatnya pengetahuan, kemauan dan kemampuan para siswa dan Target  kegiatan  terpilihnya siswa terbaik dalam pengetahuan dan sikap tentang kesehatan serta dapat menciptakan lingkungan sehat yang bebas rokok.


Program Perbaikan Gizi dan Masyarakat

  1. Pembinaan Kesehatan Keluarga dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya review Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) outcome Meningkatnya cakupan pelayanan Kesehatan Ibu dan anak.
  2. Perbaikan Gizi Masyarakat dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya penjaringan/pemantauan kasus kurang gizi pada anak dan balita dan Target  kegiatan  Tersedianya data status gizi pada balita dan anak.
  3. Pembinaan Kesehatan Remaja dan Usila dengan sasaran kegiatan  terlaksananya pembinaan posyandu usia lanjut dan Target  kegiatan  meningkatnya derajat kesehatan remaja dan usia lanjut.


Program Pengembangan Lingkungan Sehat

  1. Penyehatan Lingkungan Permukiman dengan sasaran kegiatan  Tersedianya sarana sanitasi untuk sekolah dasar dan masyarakat dan Target  kegiatan  Meningkatnya hygiene dan sanitasi di sekolah – sekolah dan di lingkungan masyarakat.
  2. Pembangunan Area smooking dengan sasaran kegiatan  meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya rokok dan Target  kegiatan  terlaksananya pembangunan area smooking.


Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular

  1. Pemberian Imunisasi dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya imunisasi rutin dan vaksinasi anak sekolah dan Target  kegiatan  terimunisasinya semua bayi, Wanita Usia Subur (WUS) anak SD/MI/SDLB/SLB kelas 1 sampai degan kelas III.
  2. Pemberantasan Penyakit Demam Berdarah dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya kecepatan dalam penanggulangan kasus dan Target  kegiatan  Tertanganinya kasus yang ditemukan.
  3. Pemberantasan Penyakit TB Kusta dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya kegiatan monitoring, evaluasi dan pengobatan penderita kusta dan Target  kegiatan  tercapainya target penemuan, angka kesembuhan penderita kusta yang diobati.
  4. Pengamatan penyakit dan penaggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) / Bencana Alam dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pelacakan KLB penyakit menular, keracunan makanan dan bencana alam dan Target  kegiatan  Tertanganinya KLB penyakit dan bencana alam.
  5. Penanggulangan Infeksi Menular Seksual (IMS) / HIV – AIDS dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya serro survey dan penyuluhan HIV/AIDS pada kelompok resti serta pembentukan klinik VCT dan Target  kegiatan  Tertanganinya penderita HIV/AIDS dan terbentuknya klinik VCT di RS Panti Rahayu.
  6. Pencegahan penyakit Avian Influensa (AI) / Flu Burung sasaran kegiatan  Terlaksananya pelacakan flu burung, adanya alat pelindung diri dan pelatihan kader flu burung serta Target  kegiatan  Tertanganinya kasus atau tersangka flu burung yang ditemukan.
  7. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Tuberkulosis (TBC) dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya kegiatan monitoring, evaluasi dan pengobatan penderita TBC dan Target  kegiatan  tercapainya target penemuan, angka kesembuhan penderita TBC yang diobati.


Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan

  1. Program ini diarahkan untuk standarisasi pelayanan di puskesmas yang ditempuh melalui Akreditasi Puskesmas di Kabupaten Grobogan dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pembinaan dan penilaian akreditasi puskesmas dan Target  kegiatan  Tercapainya standart pelayanan dasar di puskesmas.


Program Pengembangan SDM Kesehatan

  1. In House Training petugas tenaga Masak, Pramusaji dan Petugas Tenaga Medis dengan sasaran kegiatan  meningkatnya ketrampilan dan pengetahuan penunjang medik dan target kegiatan terwujudnya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan tenaga penunjang medik.
  2. Pelatihan Manajemen Asfeksia Bayi Baru Lahir Bagi Bidan dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pelatihan Asuhan Persalinan Normal (APN) bagi bidan puskesmas dan Target  kegiatan  Meningkatnya ketrampilan bidan puskesmas dalam menangani persalinan.


Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kesehatan

  1. Pengadaan Peralatan Inventaris Kantor dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pengadaan mesin absensi, komputer, LCD, meja dan kursi kerja biasa dan panjang dan Target  kegiatan  meningkatnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
  2. Pengadaan Peralatan ATEM dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pengadaan dan perbaikan alat kesehatan dan Target  kegiatan  meningkatnya pelayanan kesehatan dan terpeliharanya alat kesehatan.


Program Perencanaan. Pemantauan dan Pengendalian

  1. Pemantaun dan Pengendalian program kesehatan dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya bintek ke puskesmas dan evaluasi program puskesmas dan Target  kegiatan  Tercapainya program kerja puskesmas dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
  2. Penyusunan Data Statistik dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pertemuan petugas puskesmas dalam penyusunan buku Profil Kesehatan dan Target  kegiatan  Meningkatnya keakuratan data kesehatan yang dibutuhkan dalam penyususnan buku Profil Kesehatan.
  3. Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan dengan sasaran kegiatan  Terlaksananya pertemuan petugas Simpus dalam penguasaan software dan Target  kegiatan  Meningkatnya kemampuan dan ketrampilan petugas dalam mengolah data yang ada puskesmas.



Rencana Strategis

  • PDF

Pendahuluan

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2007-2011 dapat tersusun. Renstra Dinas Kesehatan ini merupakan dokumen perencanaan pembangunan bidang kesehatan untuk jangka waktu lima tahun yang akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan sekaligus menjadi acuan dalam evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan di Dinas Kesehatan. Keberadaan Renstra ini sangat penting untuk menjaga konsistensi pembangunan kesehatan di Kabupaten Grobogan.

Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan tahun 2007-2011 ini dapat tersusun berkat dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan kontribusi dalam penyusunan Renstra ini. Kami juga menyadari bahwa dokumen Renstra ini masih belum sempurna. Oleh karena itu segala kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi perbaikan Renstra Dinas Kesehatan dan pembangunan kesehatan dimasa-masa mendatang.

Harapan kami dengan adanya Renstra Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan Tahun 2007-2011 ini pembangunan dibidang kesehatan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Dengan demikian cita-cita untuk mewujudkan derajat kesehatan yang tinggi bagi masyarakat di Kabupaten Grobogan dapat terwujud.

 

Latar belakang

Perencanan pembangunan daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem perencanaan pembangunan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN). Undang-Undang tersebut mengamanatkan kepada pemerintah untuk menyusun perencanaan pembangunan dan mengintegrasikannya dalam sistem yang utuh dan terpadu, mulai dari pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah. Perencanaan pembangunan tersebut meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) yang untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk kurun waktu 5 tahun dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) untuk jangka waktu 1 tahun.

Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah sebagaimana telah diubah untuk terakhir kalinya dengan UU Nomor 12 Tahun 2008, juga mengamanatkan kepada daerah untuk melakukan perencanaan pembangunan daerah. Dokumen perencanaan yang disusun oleh Bappeda meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu 5 tahun, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk jangka waktu 1 tahun. Dokumen perencanaan daerah yang disusun oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terdiri dari Rencana Strategis (Renstra) SKPD untuk jangka waktu 5 tahun, dan Rencana Kerja (Renja) SKPD untuk jengka waktu 1 tahun.

Dengan mendasarkan berbagai ketentuan diatas, maka untuk memberikan pedoman pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Grobogan diperlukan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Kesehatan Tahun 2007-2011 yang mencakup visi dan misi, tujuan, strategi, sasaran dan arah kebijakan pembangunan kesehatan, serta program dan kegiatan Dinas Kesehatan dalam kerangka regulasi dan anggaran. Renstra Dinas Kesehatan ini juga dapat dijadikan sebagai bahan evaluasi yang penting agar pembangunan dapat berjalan secara lebih sistematis, komprehensif dan tetap fokus pada pemecahan masalah-masalah mendasar yang dihadapi Kabupaten Grobogan, khususnya dibidang kesehatan.


A. Bidang Pelayanan Kesehatan

Isu strategis pembangunan kesehatan bidang pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

1.    Belum memadainya sarana dan prasarana kesehatan dasar yang berkualitas di seluruh wilayah.

Hal ini ditandai dengan masih terbatasnya sarana kesehatan dasar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Idealnya satu puskesmas maksimal melayani sebanyak 30.000 penduduk, namun di Kabupaten Grobogan sampai dengan tahun 2008 rata-rata satu puskesmas melayani sebanyak 46.000 penduduk.

2.    Masih kurangnya kuantitas, kualitas dan profesionalitas sumberdaya manusia di bidang kesehatan.

Jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Grobogan apabila dibandingkan dengan rasio penduduk masih sangat kurang. Rasio tenaga kesehatan per 100.000 penduduk di Kabupaten Grobogan adalah sebagai berkut:

  • Rasio dokter spesialis di Kabupaten Grobogan sebanyak 2 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori sangat kurang karena idealnya rasio dokter spesialis sebanyak 6 orang per 100.000 penduduk.
  • Rasio dokter umum di Kabupaten Grobogan sebanyak 3 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori sangat kurang karena idealnya rasio dokter umum sebanyak 40 orang per 100.000 penduduk.
  • Rasio dokter gigi di Kabupaten Grobogan sebanyak 1 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori kurang karena idealnya rasio dokter gigi sebanyak 11 orang per 100.000 penduduk.
  • Rasio tenaga kesehatan masyarakat di Kabupaten Grobogan sebanyak 3 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori kurang karena idealnya ratio tenaga kesehatan masyarakat adalah sebanyak 40 orang per 100.000 penduduk.
  • Rasio ahli gizi di Kabupaten Grobogan sebanyak 3 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori kurang karena idealnya rasio ahli gizi sebanyak 20 orang per 100.000 penduduk.
  • Rasio ahli sanitasi lingkungan di Kabupaten Grobogan sebanyak 5 orang per 100.000 penduduk, termasuk kategori kurang karena idealnya rasio ahli sanitasi lingkungan sebanyak 40 orang per 100.000 penduduk.

3.    Belum optimalnya penyediaan obat dan perbekalan kesehatan bagi masyarakat.

Ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan di Kabupaten Grobogan masih kurang, yaitu baru mencapai 73,00% pada tahun 2007 dan hanya 26,54% pada tahun 2008, jauh lebih rendah dibandingkan target SPM tahun 2010 sebesar 90%.

4.    Belum terpenuhinya cakupan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi keluarga miskin dan masyarakat rentan.

Cakupan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Kabupaten Grobogan baru mencapai 91,63% pada tahun 2008, lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 100%.

5.    Masih rendahnya cakupan penduduk yang menjadi peserta jaminan pemeliharaan kesehatan pra bayar.

Masyarakat di Kabupaten Grobogan yang menjadi peserta jaminan kesehatan pra bayar baru mencapai 3,90%, sangat jauh dari target capaian SPM tahun 2010 sebesar 80%.

6.    Belum optimalnya sistem informasi manajemen kesehatan untuk menunjang perencanaan dan evaluasi pembangunan kesehatan.

Sistem informasi manajemen antara Dinas Kesehatan dengan Puskesmas di Kabupaten Grobogan dengan UPTD lainnya dibidang kesehatan masih belum terhubung secara online. Kondisi ini tidak mendukung penyediaan data dan informasi secara cepat dan akurat untuk keperluan perencanaan dan evaluasi pembangunan kesehatan.

 

B. Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Isu strategis pembangunan kesehatan bidang penyehatan lingkungan adalah sebagai berikut :

1.   Masih tingginya angka kesakitan penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Angka Kesakitan Penyakit Menular di Kabupaten Grobogan sebagai berikut :

  • Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada tahun 2008 sebanyak 492 kasus dengan Incident rate sebesar 3,54 per 10.000 penduduk, dan pada tahun 2007 sebanyak 1.009 kasus dengan Incident rate sebesar 0,02 per 10.000 penduduk.
  • Jumlah kasus Tuberkulosis pada tahun 2008 sebanyak 232 penderita, dan pada tahun 2007 mencapai 485 penderita.
  • Pada tahun 2007 jumlah kasus malaria klinis sebanyak 23 kasus, sedangkan malaria positif tidak ada.
  • Angka Kesakitan Penyakit tidak Menular di Kabupaten Grobogan sebagai berikut :
  • Kasus Neoplasma pada tahun 2008 terdiri dari Ca Servik dengan jumlah penderita sebanyak 54 orang, Ca Mamae 268 orang, Ca Hepar 82 orang, Ca Paru 2 orang dan Ca Lain-lain sebanyak 18 orang.
  • Kasus diabetus melitus pada tahun 2008 sebanyak 1.177 kasus.
  • Kasus gangguan mental pada tahun 2008 sebanyak 2.295 kasus.
  • Kasus penyakit jantung dan pembuluh darah meliputi Angina Pectoris dengan penderita sebanyak 219 orang, dan Acude Miokard Infark sebanyak 133 orang, hipertensi essensial sejumlah 1.133 orang, stroke hemoragik sebanyak 448 orang, dan stroke non hemoragik sebanyak 368 orang.
  • Kasus paru obstruktif kronis pada tahun 2007 sebanyak 566 kasus.
  • Kasus asma bronkial pada tahun 2007 sebanyak 753 kasus.

2.    Belum optimalnya sistem surveilans, kewaspadaan dini faktor risiko & penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Pada tahun 2007 terjadi 6 jenis KLB di Kabupaten Grobogan, yaitu Acute Flaccid Paralysis (AFP), Difteri, Tetanus Neonatorum, Diare, Hepatitis B dan keracunan makanan dengan total kasus sebanyak 59 kasus yang tersebar di 17 desa. Pada masa mendatang dimungkinkan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), sehingga diperlukan perbaikan sistem surveilans, kewaspadaan dini terhadap faktor risiko dan upaya penangulangan KLB.

3.    Belum optimalnya pelayanan kesehatan lingkungan secara merata di seluruh wilayah.

Sampai tahun 2008 institusi yang dibina kesehatan lingkungannya baru mencapai 72,07%, lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 80%.

4.    Belum optimalnya pelayanan pengendalian vektor penyakit dan pengawasan higiene sanitasi di tempat umum.

Sampai dengan tahun 2008 persentase rumah/bangunan yang bebas jentik nyamuk Aedes baru mencapai 78,73%. Capaian ini masih lebih rendah dibandingkan target SPM tahun 2010 sebesar >95%. Dalam hal sanitasi tempat-tempat umum, dari sebanyak 11 buah hotel yang diperiksa semuanya (100%) dalam kondisi sehat. Sementara itu, untuk restoran/rumah makan yang berkondisi sehat sebanyak 89,61% (138 buah) dari 154 unit yang diperiksa, untuk pasar sebanyak 84,29% (59 buah) dari 70 buah yang diperiksa, dan untuk TUPM sebesar 81,84% (311 buah) dari sebanyak 380 buah yang diperiksa.

5.    Masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam pencegahan dan penyehatan lingkungan.

Persentase rumah sehat di Kabupaten Grobogan pada tahun 2008 hanya sebanyak 8,05%, jauh lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebanyak 75%. Pemanfaatan jamban juga masih rendah, yaitu hanya sebesar 37,17% penduduk, masih jauh dibandingkan target SPM tahun 2010 sebesar 88%. Rumah yang mempunyai Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) juga pada tahun 2008 baru sebanyak 53,29%, padahal target SPM tahun 2010 sebesar 85%.


C. Bidang Pemberdayaan, Kemitraan dan Promosi Kesehatan

Isu strategis pembangunan kesehatan bidang pemberdayaan, kemitraan dan promosi kesehatan adalah sebagai berikut :

1.    Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan kesehatan.

Peran serta masyarakat dalam pembangunan kesehatan, terutama dalam promosi kesehatan dirasakan masih kurang. Kemitraan pemerintah dengan masyarakat ini perlu ditingkatkan dalam rangka menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan.

2.    Belum tertanamnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada seluruh anggota masyarakat.

Jumlah rumah tangga sehat di Kabupaten Grobogan sampai dengan tahun 2008 baru mencapai 74,15%. Kondisi ini menunjukkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat belum tertanam pada seluruh lapisan masyarakat.

3.    Belum optimalnya pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA berbasis masyarakat.

Upaya penyuluhan P3 NAPZA oleh petugas kesehatan di Kabupaten Grobogan baru mencapai 26,54% pada tahun 2008. Pencapaian tersebut masih jauh dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 30%.

4.    Belum optimalnya peran Posyandu dalam promosi kesehatan kepada masyarakat.

Banyaknya Posyandu Purnama dan Mandiri di Kabupaten Grobogan masih jauh dari harapan, yaitu sebesar 27,08%. Pencapaian tersebut jauh lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 40%. Kondisi ini menunjukkan perkembangan Posyandu belum optimal sebagai mitra Dinas Kesehatan dalam promosi kesehatan kepada masyarakat.

 

D. Bidang Kesehatan Keluarga

Isu strategis pembangunan kesehatan bidang kesehatan keluarga adalah sebagai berikut :

1.    Belum optimalnya pelayanan kesehatan ibu dan anak bagi masyarakat.

Sampai dengan tahun 2007 cakupan pelayanan WUS (Wanita Usia Subur) yang mendapat kapsul yodium di daerah endemis GAKI baru mencapai 63,21%, masih jauh dari target capaian SPM tahun 2010 sebesar 90%.

2.   Masih lemahnya sistem Kewaspadaan Pangan dan Gizi (SKPG) dan Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) dalam penanggulangan gizi kurang dan gizi buruk pada balita dan ibu hamil.

Cakupan kunjungan ibu hamil di Kabupaten Grobogan pada tahun 2008 baru mencapai 91,35%, padahal target capaian SPM tahun 2010 sebesar 95%. Cakupan pelayanan ibu hamil mendapat tablet Fe pada tahun 2008 baru mencapai 57,39%, masih jauh dari target capaian SPM tahun 2010 sebesar 90%. Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada bagi bayi BGM dari keluarga miskin juga baru mencapai 27,22%, padahal target capaian SPM tahun 2010 sebesar 100%.

3.    Belum optimalnya pemantauan pertumbuhan balita.

Pada tahun 2008 persentase balita yang datang dan ditimbang baru mencapai 67,04%, lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 80%. Persentase balita yang naik berat badannnya juga baru mencapaai 74,97%, lebih rendah dibandingkan target capaian SPM tahun 2010 sebesar 80%.

4.    Masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang gizi dan pentingnya ASI eksklusif.

Sampai dengan tahun 2008 jumlah keluarga yang sadar gizi baru mencapai 80%, sama dengan target capaian SPM tahun 2010. Pada masa-masa mendatang perlu ditingkatkan sehingga derajat kesehatan dan kualitas SDM di Kabupaten Grobogan semakin tinggi. Pemberian ASI eksklusif untuk bayi juga masih belum membudaya di kalangan masyarakat. Hal ini ditandai persentase bayi yang mendapatkan ASI eksklusif pada tahun 2008 baru mencapai 26,47%, masih jauh dari target capaian SPM tahun 2010 sebesar 80%.



Rencana Kerja

  • PDF

Rencana Program, Kegiatan, dan Indikator Kinerja Tahun 2011

 

1)  Program obat dan perbekalan kesehatan

Indikator Kinerja (Ouput) :

  1. 100% tersedianya obat dan perbekalan
  2. 100% puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Polkedes memperoleh obat dan perbekalan yang memadai
  3. 80% harga obat dan perbekalan terjangkau oleh penduduk miskin


Kegiatan yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:

  1. Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan
  2. Peningkatan pemerataan obat dan perbekalan kesehatan
  3. Peningkatan keterjangkauan harga obat dan perbekalan kesehatan terutama untuk penduduk miskin
  4. Peningkatan Mutu Penggunaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

 

2)  Program upaya kesehatan masyarakat

Indikator kinerja (Output) adalah sebagai berikut:

  1. 80% penduduk miskin memeriksakan kesehatan di Puskesmas jaringannya
  2. 80% sarana dan prasrana Puskesmas jaringannya tersedia memadai
  3. 80% revitalisasi sistem kesehatan
  4. Meningkatnya pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan
  5. 100% obat generik essensial, peralatan dan perbekalan kesehatan tersedia memadai
  6. 80% kesehatan masyarakat meningkat
  7. 100% pengungsi koban bencana terlayani kesehatan
  8. Pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan meningkat.
  9. 100% Tersedia biaya operasional dan pemeliharaan
  10. 100% terselenggara penyehatan lingkungan.


Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas jaringannya
  2. Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan
  3. revitalisasi sistem kesehatan
  4. Pelayanan kefarmasian dan alat kesehatan
  5. Pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial
  6. Peningkatan kesehatan masyarakat
  7. Peningkatan pelayanan kesehatan bagi pengungsi korban bencana
  8. peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan
  9. penyediaan biaya operasional dan pemeliharaan
  10. Penyelenggaraan penyehatan lingkungan

 

3)  Program pengawasan obat dan makanan

Indikator kinerja (Output ) adalah sebagai berikut:

  1. 80% konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan diberdayakan
  2. 100% pangan dan bahan berbahaya diawasi


Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Peningkatan pemberdayaan konsumen/masyarakat di bidang obat dan makanan
  2. Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya
  3. Peningkatan penyidikan dan penegakan hukum di bidang obat dan makanan

 

4)  Program promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat

Indikator kinerja (Out put) adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya promosi untuk sadar hidup sehat
  2. Meningkatnya pelaksanaan penyuluhan masyarakat tentang pola hidup sehat
  3. Meningkatnya kualitas tenaga penyuluh kesehatan

Kegiatan Indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat
  2. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat
  3. Peningkatan pendidikan tenaga penyuluh kesehatan

 

5)  Program perbaikan gizi masyarakat

Indikator Kinerja (Out put)

  1. Meningkatnya cakupan pemberian vitamin A pada balita 100 %
  2. Meningkatnya cakupan keluarga mengkonsumsi garam beryodium 80 %
  3. Meningkatnya cakupan bayi, anak bawah lima tahun, ibu hamil (bumil) dan ibu nifas (bufas) yang mendapat suplemen zat gizi mikro 80%
  4. Meningkatnya cakupan balita yang ditimbang secara teratur di posyandu 80%
  5. Meningkatnya cakupan balita gizi buruk keluyarga miskin (gakin) yang ditangani sesuai standar 100 %
  6. Meningkatnya cakupan ibu menyusui air susu ibu (ASI) eksklusif 65 %
  7. Meningkatnya balita gakin 6-24 bulan mendapat makanan pendamping air susu ibu (MP ASI) 80 %
  8. Meningkatnya surveilans gizi termasuk sistim kewaspadaan dini kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk 100 % setiap puskesmas

Kegiatan indikatif

  1. Pemberian tambahan makanan dan vitamin
  2. Penanggulangan Kurang Energi Protein (KEP), Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium (GAKY), Kurang VItamin-A dan Kekurangan Zat Gizi Mikro lainnya
  3. Pemberdayaan masyarakat untuk pencapaian keluarga sadar gizi

 

6)  Program pengembangan lingkungan sehat

Indikator Kinerja (Out put) adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya cakupan Keluarga yang menggunakan Jamban >80%
  2. Meningkatnya keluarga yang menggunakan air bersih >85%
  3. Meningkatnya persentase Tempat-Tempat Umum Pengelolaan Makanan (TTUPM) yang dibina.
  4. Meningkatnya persentase Tempat-Tempat Umum (TTU) Institusi yang dibina

Kegiatan Indikatif

  1. Pengkajian pengembangan Lingkungan sehat
  2. Penyuluhan menciptakan Lingkungan sehat
  3. Sosialisasi kebijakan Lingkungan sehat


7)  Program pencegahan dan penanggulangan penyakir menular

Indikator out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya pelaksanaan fogging sarang nyamuk di wilayah endemis DBD (100%)
  2. Meningkatnya cakupan kelurahan/desa dengan UCI 100%
  3. Meningkatnya penemuan kasus baru pada TB Paru 90%
  4. Meningkatnya kesembuhan TB Paru 100%
  5. Meningkatnya puskesmas yang melaksanakan survailance penyakit menular dan wabah 100%
  6. Meningkatnya puskesmas yang melaksanakan survailance PTM 100%

Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Penyemprotan/fogging sarang nyamuk
  2. Pengadaan alat fogging dan bahan-bahan fogging
  3. Pelayanan vaksinasi bagi balita dan anak sekolah
  4. Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular
  5. Pencegahan penularan penyakit Endemik/Epidemik
  6. Peningkatan Imunisasi
  7. Peningkatan Survelllance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah

 

8)  Program standarisasi pelayanan kesehatan

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya standar pelayanan kesehatan di seluruh puskesmas (100%)
  2. Meningkatnya Sistem Informasi Manajemen kesehatan

Kegiatan Indikatif adalah sebagai berikut:

  1. Penyusunan standar pelayanan kesehatan
  2. Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan
  3. Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan
  4. Penyusunan naskah akademis standar pelayanan kesehatan
  5. Penyusunan standar analisis belanja pelayanan kesehatan


9)  Program pengadaan, peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas / puskesmas pembantu dan jaringannya.

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana penyelenggara pelayanan kesehatan dasar (puskesmas, puskesmas pembantu, dan puskesmas keliling)
  2. Meningkatnya jumlah puskesmas rawat inap dan puskesmas.

Kegiatan indikasi adalah sebagai berikut:

  1. Pembangunan puskesmas
  2. Pembangunan puskesmas pembantu
  3. Pengadaan puskesmas keliling
  4. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas
  5. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas pembantu
  6. Pengadaan sarana dan prasarana puskesmas keliling
  7. Peningkatan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap
  8. Peningkatan puskesmas pembantu menjadi puskesmas
  9. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas
  10. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas pembantu
  11. Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas keliling

 

10) Program peningkatan pelayanan kesehatan lansia

Indikator Out put adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatnya jumlah tenaga perawat yang melayani perawatan bagi lansia
  2. Meningkatnya kapasitas tenaga perawat lansia
  3. Meningkatnya jumlah posyandu lansia

Kegiatan indikatif adalah sebagai berikut

  1. Rekrutmen tenaga perawat kesehatan untuk lansia
  2. Pendidikan dan pelatihan perawatan kesehatan untuk lansia
  3. Pembangunan pusat-pusat pelayanan kesehatan untuk lansia
  4. Pelayanan kesehatan untuk lansia






About Me

Dasar Pembentukan Organiasasi :
Perda No. 9 Tahun 2008 tentang Susduk dan Tugas  Pokok Lemtekda dan BPPT Kab Grobogan.
Perbup No. 28 Tahun 2008 tentang Tupoksi dan Tata Kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan

Contact Information

Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan
Alamat : Jl. Gajah Mada No.19 Purwodadi Grobogan, Kode pos : 58111
Telepon : 0292- 421049 / 424852
Email : dinkes@grobogan.go.id